Pengertian Auliya Al-Maidah 51 Menurut Zakir Naik Dan PBNU

Diposting pada

Pengertian Auliya Menurut PBNU Dan Zakir Naik Dalal Al-Maidah 51 – Dalam memahai makna Auliya memanglah butuh wawasan serta keilmuan yang sangat luas. Sebab bahasa Al-Quran sangatlah Universal dan Sangat indah untuk menjadi pedoman dalam kehidupan dalam bermasyarakat.

Pengertian Auliya
Prof. Dr. Zakir Naik

Pengertian Auliya Menurut Zakir Naik

Selanjutnnya bagaimana menurut pandangan Prof. Zakir Naik tentang Hal tersebut?. dalam kesempatan kunjungan ke Indonesia kepada hadirin, beliau menjelaskan bahwa ayat itu tidak secara spesifik membahas soal larangan umat Islam menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin.

“Yang dilarang oleh surah al-Maidah ayat 51 adalah menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai auliya,” ujarnya.
Prof. Zakir Naik menuturkan, kata “auliya” pada ayat itu bermakna sebagai teman setia, pelindung, dan juga pemimpin.

Akan Tetapi Dengan begitu, pesan yang disampaikan surah al-Maidah bukan sekadar soal larangan menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin umat Islam. Tapi juga melarang menjadikan mereka sebagai teman setia dan pelindung.

“Jadi, auliya bisa diartikan sebagai pemimpin, tapi bukan satu-satunya makna dari kata itu,” kata Zakir.

Dia menambahkan, jika seumpama umat Islam dihadapkan pada dua pilihan antara memilih pemimpin Muslim atau pemimpin non-Muslim, maka pilihan yang lebih baik tentu saja adalah dengan memilih pemimpin yang seiman. Namun, Zakir menghimbau kepada umat Islam agar tetap selalu berlaku adil terhadap orang-orang non-Muslim.

Baca Juga => Pengertian Filsafat dan Filsafat Hukum

Pengertian Auliya Menurut PBNU

Menurut PBNU Pengertian Auliya harus di barengi dengan penjelasan nya yang mengacu ke surat lain yaitu surah Al Mumtahanah ayat 7-9 sebagai berikut:

Terjemah Surat Al Mumtahanah Ayat 7-9

7. Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang di antara kamu dengan orang-orang yang pernah kamu musuhi di antara mereka. Allah Mahakuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

8. Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

9. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang yang zalim.

Penjelasan PBNU tentang ayat diatas adalah bahwa Kata auliya sangat luas bisa diartikan sebagai kawan,Teman,Sahabat bahkan bisa diartikan sebagai Pemimpin atau wali dalam sekup luas.

Namun bagi masyarakat muslim di wajibkan untuk senantiasa berbuat baik dengan siapapun dan apapun agama dan golongannya. Selama mereka tak mengusir dan memusuhi terlebih dahulu.

Demikian Penjelasan Pengertian Auliya, Semoga bermanfaat dan silahkan komentar dengan baik sesuai dengan topik pembahasan. Terimakasih