Pengertian Filsafat Hukum Menurut Para Ahli Lengkap Dengan Tujuan Dan Ruang Lingkup

Diposting pada

Pengertian filsafat Hukum : tujuan dan ruang lingkup – Dalam tulisan kali ini kita akan membahas perihal Filsafat Hukum yang mana hal ini kini banyak menjadi hal yang diperbincangkan dan banyak juga dipelajari.

Filsafat sendiri berasal dari sebuah kata dalam Bahasa Yunani Philosophia yang mana terdiri dari 2 kata merupakan Philo atau Philen yang artinya cinta dan juga Sophia yang artinya ialah kebijaksanaan.

Pengertian Filsafat
Pengertian Filsafat

Pengertian Filsafat Berdasarkan Para Ahli :

Terdapat anggapan lain juga mengenai Filsafat Hukum ini, seperti semisal anggapan dari ;

  • Pengertian Filsafat Hukum berdasarkan Apeldoorn adalah adalah pedoman-pedoman mengenai skor-skor yang terjadi dalam masyarakat dan sekalian juga memiliki ke arah mana skor-skor hal yang demikian akan berkembang.
  • Sementara berdasarkan Soerjono Soekanto filsafat Hukum hal yang demikian ialah kesibukan perenungan skor-skor serta penyerasian skor-skor dan perumusan skor-skor yang berpasangan melainkan kadang kala juga bersitegang.
  • J. Gejssels yang menyuarakan bahwa filsafat Hukum adalah filsafat biasa yang memberikan instruksi refleksinya kepada Hukum dan juga gejala Hukum.
  • Sementara Lili Rasjidi beranggapan bahwa filsafat Hukum ialah refleksi teoritis atau intelektual perihal Hukum yang paling tua dan dapat dibilang yaitu induk dari segala refleksi teoritis perihal Hukum.
  • Pengertian filsafat berdasarkan Harun Nasution filsafat ialah berfikir berdasarkan tata tertib (akal) dengan bebas (tidak terikat adat istiadat, dogma atau agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga hingga ke dasar-dasar dilema
  • Problem Plato (427-347 SM) filsafat adalah pengetahuan perihal seluruh yang ada
  • Aristoteles (384-322 SM) yang yaitu murid Plato menyuarakan filsafat menyelidiki karena dan asas seluruh benda.
  • Marcus Tullius Cicero (106 – 43 SM) mengatakan bahwa filsafat adalah pengetahuan perihal sesuatu yang maha agung dan usaha untuk menempuhnya.
  • Al Farabi (wafat 950 M) filsuf muslim terbesar sebelum Ibn Sina menyatakan filsafat adalah ilmu pengetahuan perihal alam yang maujud dan bertujuan menyelidiki sesungguhnya yang hakekatnya.

Pendapat Ahli Lainnya

Tak cuma kesembilan Ahli itu saja yang berdonasi anggapan mereka perihal filsafat Hukum, melainkan D. H. M. Meuwssen malah juga ikut andil berdonasi pendapatnya mengenai filsafat Hukum ini.

Menurutnya, filsafat Hukum ialah sebuah filsafat yang merenungkan segala dilema fundamental dan keadaan sulit-keadaan sulit perbatasan yang terkait dengan gejala Hukum.

Artikel Terkait : Pengertian Strategi Pembelajaran

Tujuan Filsafat Regulasi

Filsafat Hukum ini tentu juga dijadikan menurut suatu alasan dan tentu mempunyai tujuan tertentu. Dan tujuan dari filsafat Hukum pada masa Yunani Kuno ialah untuk membatasi hidup manusia atau masyarakat.

Regulasi ini juga dijadikan untuk dipatuhi supaya manusia mencontoh regulasi layak dengan sesungguhnya. Sementara pada abad pertengahan.

Hukum hal yang demikian berasal dari undang-undang yang bertujuan untuk menjamin suatu hukum hidup seperti yang sudah dikehendaki oleh Yang.

Sementara tujuan filsafat Hukum pada masa modern

Yaitu Hukum yang dijadikan untuk mensejahterakan manusia itu sendiri berdasarkan reallita yang ada dimana pada realitanya manusia yaitu makhluk yang bebas.

Dan dari tujuan Hukum dari bermacam abad hal yang demikian dapat kita simpulkan bahwa fungsi Hukum secara biasa ialah untuk menjadikan suatu kehidupan bersama yang teratur sehingga bisa menyokong perkembangan pribadi manusia.

Ruang Lingkup Filsafat Regulasi

Ruang lingkup dari Filsafat Hukum itu sendiri tentunya tak dapat terlepas dari ajaran-ajaran filsafat yang terdiri dari sebagian hal.

Hukum pertama ialah antology Hukum yang yaitu ilmu yang mempelajari perihal hakekat Hukum seperti semisal hakekat demokrasi, kekerabatan Hukum, etika dan lain-lain.

Hukum kedua adalah Axiology Regulasi yang yaitu ilmu yang mempelajari perihal isi dan skor kebenaran, keadilan, kebebasan, kewajaran, penyalahgunaan wewenang dan lain-lain.

Ilmu yang mendasari ruang lingkup Filsafat Hukum yang berikutnya ialah ideology Hukum .

Yaitu pelajaran secara detil dari keseluruhan individu atau masyarakat yang memberikan dasar atau legitimasi bagi eksistensi institusi-institusi Hukum yang akan datang.

Juga bagi metode Hukum atau komponen-komponen dari metode Hukum itu sendiri.

Dan yang terakhir ialah akal Hukum yang juga yaitu ilmu yang mengarah terhadap argumentasi Hukum, bangunan logis dan juga metode Hukum dan struktur metode Hukum.

 Fitur berpikir filosfi:

  • Berfikir dengan mengaplikasikan disiplin berdaya upaya yang tinggi.
  • Berpikir secara sistematis.
  • Problem suatu skema konsepsi, dan
  • Menyeluruh.

Tiga dilema yang berkeinginan diselesaikan oleh filsafat yaitu :

  1. Apakah hakekatnya hakikat hidup itu? Pertanyaan ini dipelajari oleh Metafisika
  2. Apakah yang bisa aku kenal? Beberapa ini dikupas oleh Epistemologi.
  3. Apakah manusia itu? ini dibahas olen Atropologi Filsafat.

Demikianlah tulisan perihal Filsafat Hukum hal yang demikian yang tentunya benar-benar penting untuk kita pelajari sebab tentunya akan benar-benar berguna bagi kehidupan tiap individu.

Maupun masyarakat yang akan menjadikan kehidupan bemasyarakat yang aman, nyaman, dan sejahtera.