Pengertian Murabahah Sesuai Syari Dan Para Ahli Lengkap Dengan Ketentuannya

Diposting pada

Pengertian Murabahah Sesuai Syari | Murabahah ialah suatu kalimat dalam bahasa arab. Adapun makna Murabahah itu sendiri ialah perjanjian jual beli antara dua orang atau lebih, tapi kali ini kita akan membahasa praktik murabahah antara bank dengan nasabahnya.

Pengertian Murabahah Sesuai Syari ; Pada dasarnya pengaplikasian Akad Murabahah pada Bank syariah ialah bahwa bank Syariah membeli barang yang diperlukan nasabah kemudian menjualnya terhadap nasabah yang bersangkutan sebesar harga perolehan ditambah dengan margin profit yang disepakati antara bank syariah dan nasabah.

Pengertian Murabahah
                                            Pengertian Murabahah

Pengertian Murabahah Sesuai Syari; Kata Murabahah, dalam konotasi Islam pada dasarnya berarti jual beli. Satu hal yang membedakannya dengan metode jual beli dengan yang lain ialah bahwa penjual dalam murabahah secara terang-terangan.

Yaitu memberi tahu terhadap pembeli berapa nilai pokok barang hal yang demikian dan berapa besar profit yang dibebankannya pada nilai hal yang demikian. Profit hal yang demikian bisa berupa lump sum (kenaikan Harga) atau berdasarkan prosentase.

Seandainya seseorang melaksanakan penjualan komoditi/barang dengan harga lump sum tanpa memberi tahu berapa nilai pokoknya, karenanya bukan termasuk murabahah, padahal ia juga mengambil profit dari penjualan hal yang demikian. Penjualan ini disebut musawamah.

Ketentuan awam murabahah dalam bank syari’ah

Dalam hal ketetapan ini sudah patut bank syaraiah melaksanakan ketetapan-ketetapan sebagai berikut:

  1. Bank dan nasabah patut melaksanakan akad murabahah yang bebas riba.

  2. Barang yang diperjualbelikan tidak diharamkan oleh syariah Islam.

  3. Bank membiayai sebagian atau semua harga pembelian barang yang sudah disepakati kualifikasinya.

  4. Bank membeli barang yang diperlukan nasabah atas nama bank sendiri, dan pembelian ini patut sah dan bebas riba.

  5. Bank patut memperkenalkan semua hal yang terkait dengan pembelian, contohnya jika pembelian dijalankan secara hutang.

  6. Bank kemudian menjual barang hal yang demikian terhadap nasabah (pengorder) dengan harga jual senilai harga beli plus keuntungannya.

  7. Dalam kaitan ini Bank patut memberitahu secara jujur harga pokok barang terhadap nasabah beserta tarif tambahan yang diperlukan, misal ongkos angkut barang.

  8. Nasabah membayar harga barang yang sudah disepakati hal yang demikian pada bentang waktu tertentu.

  9. Untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan atau kerusakan akad hal yang demikian, pihak bank bisa mengadakan perjanjian khusus dengan nasabah.

  10. Seandainya bank hendak mewakilkan terhadap nasabah untuk membeli barang, karenanya pihak bank patut dan patut mengeluarkan surat wakkallah (perwakilan) dimana pihak bank secara absolut mewakilkan pembelian barang terhadap nasabahnya segera.

Dari ketetapan-ketetapan hal yang demikian bisa disimpulkan bahwa pengertian murabahah ialah suatu progres jual beli barang riel yang di lakukan oleh bank syariah dengan nasabahnya dengan progres yang benar-benar saling menjaga kejujuran dari kedua belah pihak.

Yang Mana kedanya tanpa ada niatan mencari profit sepihak saja,Sehingga akan didapatkan suatu transaksi yang sah dan halal jauh dari riba.

Baca Juga :  

Pengertian Murabahah Berdasarkan Para Ahli

Secara bahasa, murabahah berasal dari kata ribh yang bermakna tumbuh dan berkembang dalam perniagaan. Dalam istilah syariah, konsep murabahah terdapat pelbagai-tipe formulasi pengertian yang berbeda-beda berdasarkan anggapan para ulama (ahli).

  • Diantaranya berdasarkan Utsmani, pengertian murabahah ialah salah satu wujud jual beli yang mengharuskan penjual memberikan kabar terhadap pembeli tentang tarif-tarif yang dikeluarkan untuk mendapatkan komoditi (harga pokok pembelian) dan tambahan profit yang diatur dalam wujud harga jual nantinya.
  • Anggapan lain dikemukakan oleh Al-Kasani, pengertian murabahah ialah mencerminkan transaksi jual beli :
    • harga jual ialah akumulasi dari tarif-tarif yang sudah dikeluarkan untuk mendatangkan obyek transaksi atau harga pokok pembelian dengan tambahan profit tertentu yang diinginkan penjual (margin), harga beli dan jumlah profit yang diinginkan diketahui oleh pembeli.
    • Artinya pembeli diberitahu berapa harga belinya dan tambahan profit yang diinginkan.

Landasan Tata Jual Beli Murabahah

Setelah mengetahui mengenai pengertian murabahah, sekarang pembahasan tentang landasan undang-undangnya. Jual beli dengan metode murabahah ialah akad jual beli yang dibiarkan, hal ini berdasarkan pada dalil-dalil yang terdapat dalam al qur’an, hadits maupun ijma’ ulama.

Beberapa dalil yang memperbolehkan praktek akad jual beli murabahah ialah firman Allah swt:

a. An nisa [4]: 29

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kau saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang Berlaku dengan menyukai sama-menyukai di antara kau. dan janganlah kau membunuh dirimu, sebetulnya Allah ialah Maha Penyayang kepadamu. (QS. An nisa [4]: 29)

b. Al baqarah [2]: 275

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Artinya: Sesungguhnya Allah sudah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. (QS. Al Baqarah [2]: 275)

Dalam ayat ini, Allah mempertegas originalitas dan originalitas jual beli secara awam serta menolak dan melarang konsep ribawi.

Berdasarkan dari ketetapan ini jual beli murabahah mendapat pengakuan dan originalitas syariah, dan sah untuk dijalankan dalam praktek pembiayaan bank syariah karena ia ialah salah satu wujud jual beli dan tidak mengandur unsur ribawi.