Pengertian Neraka Bagi Masyarakat Mesir Kuno,Bentuk Dan Keyakinan

Diposting pada

Pengertian Neraka Bagi Masyarakat Mesir Kuno , Konsep neraka dikalangan masyarakat Mesir kuno tercatat dalam sebuah kitab berjudul ‘Kitab Neraka’ yang digambar (diukir) pada dinding makam raja-raja di Lembah Raja-raja, Thebes, dan pada lembaran papirus serta objek-objek yang dikubur bersama si mati.

pengertian Neraka

Kata Mesir memiliki tiga arti yang berbeda berdasarkan tiga periode waktu. Pada masa periode awal Mesir kuno, selama pemerintahan Kerajaan Tua, pemerintah Mesir disebut sebagai Kemet yang berarti tanah hitam.

Kemudian, penduduk Mesir menyebut kerajaan mereka sebagai Hwt-ka-Ptah, yang berarti kuil untuk Ka dan Ptah. Pada saat ini, Negara Mesir sering disebut Misr yang berarti negara.

Kitab Neraka antara lain menyebutkan, orang-orang yang jahat ini ketika mati, mereka akan diseret ke hadapan setan Ammit.

Neraka Menurut Peradaban Mesir Kuno

Setan ini kepalanya menyerupai buaya, kaki dan badannya pula menyerupai singa serta badak air.
Ia duduk disisi alat timbangan badan, siap untuk menerkam mangsanya.

Menurut Kitab Neraka lagi, neraka terletak jauh di dalam perut bumi dan siksaan yang dikenakan sangat menakutkan.

Tempat siksanya adalah, orang-orang jahat dan banyak melakukan dosa akan dicabut organ masing-masing dan dihukum berjalan menggunakan kepala, memakan kotoran serta meminum air kencing sendiri.

Dalam waktu yang sama, mereka akan dibakar di dalam api dan kawah yang sangat panas dan berenang di dalam darah.

Ketika berenang, Tuhan Shezmu, yaitu tuhan arak, akan menekan dan menghenyek-henyek mereka sampai lemas.

Kepercayaan Masyarakat Mesir Kuno

Masyarakat Mesir kuno percaya, mayat orang-orang yang baik setelah diawetkan dan dimakamkan dengan cara yang sempurna, roh mereka akan memulai hidup baru dengan diiringi oleh Tuhan Re dan Osiris.

Roh tersebut untuk hidup di surga dengan kenikmatan udara yang segar, makanan yang enak serta kehidupan seksual yang sangat menyegarkan.

Namun, bagi orang-orang yang jahat, cepat mati, jasad dan daging mereka akan disobek-sobek serta dicarik-carik oleh setan. Kain yang membalut tubuh mereka direntap sehingga terbogel.

Di dalam neraka, selain siksaan yang telah disebutkan tadi, ornag yang jahat akan diikat kedua belah tangannya ke belakang, setelah itu seluruh anggota badan dicabut satu persatu.

Selanjutnya, daging mereka disobek-sobek dari tulang.

Jantung orang jahat yang telah dicabut itu tidak akan dipulangkan kembali.

Bahkan bayang-bayang mereka juga tidak akan dikembalikan karena dalam kepercayaan masyarakat Mesir kuno, bayang-bayang dianggap penting dan suci.

Selanjutnya, Kitab Neraka memberi Larangan, di Neraka tidak ada udara untuk bernafas.

Tidak ada air untuk menghilangkan dahaga, tidak ada sinar matahari dari Tuhan Matahari lalu tinggallah mereka murung dalam gelap gulita.

Baca Juga : Pengertian Array 2 Dimensi

Selain disiksa, setan juga mengajar penghuni neraka supaya saling menyiksa dan membunuh satu sama lain.

  • Kitab Neraka akhirnya mencatat, hukuman paling menakutkan adalah di “Tempat Kehancuran ‘yang diawasi oleh Dewi Sekhmet akan menyembelih orang-orang yang jahat tadi.
  • Kemudian mencerai-ceraikan tubuh mereka sebelum membakarnya di dalam sebuah lubang yang dalam, dengan api yang panas sehingga mereka menjadi abu.

Semoga Artikel ini bermanfaat. Gudangpengertian mengucapkan tterimaksih atas kunjungannya dan silahkan baca artikel lain yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.