Pengertian Sholat Tarawih Lengkap Dengan Hukum Dan Tata Cara Pelaksanaanya

Diposting pada

Pengertian Sholat Tarawih ; Diantara ibadah yang dituntunkan oleh Nabi Muhammad SAW pada bulan Ramadhon yang penuh barokah ini ialah sholat tarawih.

Kita bisa memandang dan menikmati, bahwa tiap-tiap kali Ramadhon tiba, segala kaum muslimin bermotivasi untuk mendatangi mesjid-mesjid untuk menunaikan ibadah yang mulia ini.

Tarawih
Rhomadhan

Pengertian Tarawih menurut dalam bahasa Arab ialah wujud jama’ dari “tarwihatun” yang berarti waktu sesaat untuk rehat.

Sholat sunah ini dijalankan secara berjamaah pada malam-malam bulan Ramadhon.

Para jamaah bekumpul untuk melaksanakannta kemudian beristirahat sesudah dua kali salam (merupakan sesudah melakukan 2 rakaat ditutup dengan salam kemudian menjalankan 2 rakaat lagi lalu ditutup dengan salam).

Dalam pelaksanaanya tak disyariatkan untuk tidur dulu dan sholat tarawih cuma khusus dilakukan di bulan Ramadhon.

Hukum Sholat Tarawih

Para ulama beranggapan bahwa sholat tarawih peraturannya ialah sunnah disarankan.

Begitu pula berdasarkan ulam Hanafiyah, Hanabilah, dan Malikiyah, menghukumi sebagai ibadah sunnah mu’akad (benar-benar disarankan).

Sholat ini disarankan bagi laki-laki dan perempua, sebagai salah satu syi’ar Islam.

Cara pelaksanaan sholat ini dengan berjama’ah ialah lebih utama.

Dahulu Nabi Muhammad melaksanakannya dengan para shahabat di mesjid pada sepertiga malam

Kemudian beliau tak melakukan sholat tarawih bersama para shahabat lagi di malam-malam setelahnya.

Sebab Nabi kuatir bila Allah Ta’ala akan merubah peraturan sholat tarawih ini menjadi patut/wajib bagi kaum muslimin.

Hal ini dikarenakan pada dikala Rasulullah masih hidup, masih dimungkinkan adanya perubahan dan penetapan syari’at baru karena wahyu masih turun.

Adapun sesudah Nabi wafat, karenanya segala syari’at agama ini sudah konsisten dan tak akan berubah hingga akhir zaman.

Beliau takut bila kaum muslimin menerima dosa sebab tak cakap menjalankan sholat tarawih.

Kalau Allah Ta’ala mengharuskannya. Ini ialah salah satu wujud Kasih dan sayang Nabi kepada umatnya.

Sebagaimana Diriwayatkan dari ‘Aisyah -radhiyallahu’anha-, “Pada suatu malam Rasulullah keluar dan sholat di masjid.

Orang-orang malah ikut serta sholat bersamanya. Dan mereka memperbincangkan sholat hal yang demikian, sampai berkumpul-lah banyak orang.

Saat beliau sholat, mereka-malah ikut serta sholat bersamanya.

Mereka meperbincangkan lagi. Sampai bertambah banyaklah penghuni mesjid pada malam ketiga, Rasulullah keluar dan sholat.

Saat malam keempat mesjid tak cakap menampung jama’ah, sampai beliau cuma keluar untuk melaksanakan sholat Shubuh.

Sesudah selesai sholat beliau menghadap manusia dan bersyahadat kemudian Nabi bersabda :

“Sebetulnya saya mengetahui tindakan kalian semalam, melainkan saya kuatir (bila sholat hal yang demikian) diharuskan atas kalian, sehingga kalian tak cakap mengamalkannya”. [HR. Bukhari 3/220 dan Muslim 761].

  1. Sepeninggal Nabi, para shahabat selalu menjalankan sholat ini, dan umat beliau hingga kini masih menjalankannya

Baca Juga : Pengertian Fiqih Muamalah Terlengkap

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Nabi bersabda,

“Barangsiapa sholat tarawih di bulan Ramadhon dalam kondisi beriman dan mengharap balasan (pahala) dari Allah Ta’ala , niscaya akan diampuni dosanya yang sudah di lalui nya.” (HR. Bukhari 37 [1/24], Muslim 1776).

Waktu Sholat Tarawih

Waktu sholatnya ialah antara sholat ‘Isya sampai terbit fajar sebagaimana sabda Rasulullah

“Sebetulnya Allah sudah menambah sholat pada kalian dan ia ialah sholat witir. Karenanya lakukanlah sholat witir itu antara sholat ‘Isya sampai sholat fajar.” (HR. Ahmad dan Asy-Syaikh Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata: “(Hadits) ini sanadnya shahih”, sebagaimana dalam Ash-Shahihah, 1/221 no.108).

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Para ulama berbeda anggapan perihal jumlah rakaat sholat tarawih.

Ada yang beranggapan tak boleh lebih dari 11 rakaat, dan ada yang membiarkan asal kuat , wallahu a’lam, ialah anggapan pertama, menurut hadits Aisyah -radhiyallahu’anha- (yang artinya) :

“Nabi tak pernah sholat malam di bulan Ramadhon atau selainnya lebih dari sebelas rakaat” (HR. Bukhari 3/16 dan Muslim 736).

Karena, hendaknya kita juga tak mudah membid’ahkan/menyalahkan saudara kita yang mengambil anggapan bolehnya sholat tarawih lebih dari 11 rakaat.

Tulisan perkara ini memang ada perbedaan anggapan di kalangan para ulama hingga hari ini. Wallahu a’lam.

Tulisan Pada Gudangpengertian.com ini kami kutip dari bermacam-macam sumber.

Semoga Tulisan Pengertian dan Hukum Sholat Tarawih Bermanfaat Jika ada Kesalahan dalam tulisan ini , Kami Mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima beri atas perhatiannya.