Pengertian Transmisi Data Dan Jenis-Jenis

Diposting pada

Transmisi Data – Jika anda sering mengeluhkan sedang susah sinyal, tahukan kamu tentang apa yang dimaksud dengan sinyal? Sinyal adalah sesuatu yang dihasilkan oleh pemancar untuk kemudian ditransmisikan melalui media. Nah, saat sinyal sedang on, maka di situlah akan terjadi transmisi data.

Transmisi data terjadi di antara pemancar dan juga penerima melalui sebuah media transmisi. Nah, untuk lebih jelasnya simak ulasan mengenai transmisi data di bawah ini.

Pengertian Transmisi Data Dan Jenis-Jenis

 

Pengertian Transmisi data

Transmisi data adalah sebuah proses pengiriman (penyebaran) data dari pengirim (transmitter) ke penerima (receiver). Transmisi data terjadi di antara transmitter dan juga receiver melalui beberapa media transmisi.

Terdapat dua buah media transmisi, yakni media transmisi terkendali (guided media transmition) dan juga media transmisi tidak terkendali (unguided media transmition). Untuk media terkendali adalah media yang menyalurkan gelombang transmisi melalui jalur fisik.

Contoh dari media terkendali adalah kabel twisted pair, kabel coaxial, atau kabel fiber optic. Sementara untuk media tidak terkendali, atau biasa disebut dengan media nirkabel, adalah media yang menyediakan perantara untuk menyalurkan gelombang elektromagnetik.

Contoh dari media terkendali adalah WiFi, propagansi melalui udara, atau propagansi melalui ruang fakum. Sementara berdasarkan aliran datanya terdapat tiga macam transmisi. Pertama, transmisi simplex di mana transmisi ini yang mengirim sinyal hanya secara satu arah. Satu pemancar dapat diterima oleh beberapa penerima data.

Kedua transmisi half-duplex, di mana transmisi ini memungkinkan kedua pemancar mengirimkan sinyal sekaligus, namun hanya satu dalam satu waktu. Terakhir, transmisi full-duplex yang merupakan transmisi dua arah. Di mana pemancar ataupun penerima dapat mengirimkan sinyal secara simultan.

Sementara berdasarkan grafik fungsi waktu, sinyal sendiri dibedakan menjadi dua. Yakni sinyal analog dan sinyal digital. Sinyal analog adalah sinyal yang ditransmisikan secara terus – menerus dengan amplitudo yang bervariasi. Tidak adanya waktu tenggang saat sinyal ditransmisikan.

Kedua, sinyal digital di mana sinyal digital merupakan sinyal yang ditramsisikan dengan intensitas sinar yang mampu menstabilkan amplitudo. Pada sinyal digital ini, data ditransmisikan dalam bentuk on/off atau 1/0.

Tujuan Transmisi Data

Fungsi dari adanya transmisi data serta media transmisi adalah penting ketika digunakan pada beberapa peralatan elektronika. Di mana adanya transmisi data adalah untuk dapat menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan komunikasi/pertukaran data, seperti telepon, komputer, televisi, ataupun radio.

Nah, untuk lebih detailnya mengenai jenis-jenis dari transmisi data, berikut adalah ulasannya.

Jenis-jenis dari Transmisi Data

Transmisi Seri

Pengertian dari transmisi seri adalah transmisi data di mana dalam satu satuan waktu hanya satu bit yang disalurkan. Maka hal ini bisa dikatakan data yang terdiri atas banyak bit, dikirim secara ber-urutan, yakni satu persatu

Transmisi Paralel

Jenis dari transmisi data kedua adalah, paralel yang di mana dalam satu satuan waktu beberapa bit (biasanya 8-bit) bisa disalurkan secara bersamaan pada transmisi paralel . Nah, masing-masing bit ini memiliki jalurnya sendiri-sendiri. Karena sifat dari tranmisi paralel yang demikian, maka data yang mengalir pada transmisi ini jauh lebih cepat bila dibandingkan transmisi serial.

Tranmisi Simplex

Transmisi implex adalah salah satu bentuk komunikasi antara dua belah pihak. Maksudnya adalah sinyal-sinyal dikirim secara satu arah. Transmisi secara simplex ini umumnya terjadi di dalam beberapa teknologi komunikasi

Transmisi Duplex

Transmisi duplex adalah komunikasi data yang dilakukan menggunakan cara dua arah. Biasa juga diartikan dengan adanya antara penerima dan pengirim dapat saling dan bisa saling bertukar informasi dan saling berkomunikasi. Nah, metode transmisi duplexini terbagi menjadi dua, yaitu:

Half-Duplex

Pada transmisi half-duplex data bisa ditransmisikan atau diterima secara dua arah, hanya saja tidak bisa diterima secara bersama-sama. Metode ini memungkinkan komunikasi antara dua belah pihak yang melibatkan pengirim dan penerima.

Antara keduanya bisa saling berbagi informasi dan berkomunikasi secara interaktif, tetapi tidak dalam waktu yang bersamaan. Istilahnya, terdapat turn around time atau waktu untuk mengubah arah.

2. Full-Duplex

Berbeda dengan half-duplex, pada transmisi full-duplex, dua pihak yang saling berkomunikasi bisa mengirimkan informasi dan menerima informasi dalam waktu yang sama. Ya, di mana umumnya membutuhkan dua jalur komunikasi. Sehingga antara kedua belah pihak bisa saling berbagi informasi dan juga berkomunikasi secara interaktif pada waktu dan saat yang bersamaan.

Transmisi Sinkron

Transmisi sinkron yaitu suatu transmisi data di mana kedua pihak, baik itu si pengirim dan penerima, berada pada waktu yang sinkron, Pada transmisi sinkron ini sebelum data dikirimkan maka terlebih dahulu receiver dan transmitter melakukan sinkronisasi agar data bisa untuk dikirim dan dapat dibaca oleh receiver. Sinkronisasi yang dimaksud adalah ketika berada pada clock transmitter dan receiver.

Adapun ciri dari transmisi sinkron adalah ;

  • Blok data bisa untuk ditransmisikan tanpa bit start atau stop
  • Clock harus terlebih dahulu untuk disinkronkan
  • Kedua belah pihak bisa menggunakan jalur clock yang terpisah
  • Sinyal clock bisa untuk digabung ke dalam data

Pada transmisi sinkron ini sebelum terjadi komunikasi, haruslah diadakan sinkronisasi clock antara pengirim dan penerima. Sebab data yang akan dikirim dalam satu blok data atau bisa disebut frame. Di mana frame ini berisi bit-bit pembuka, bit data itu sendiri dan bit-bit penutup postamble bit. Lalu ditambahlan pula bit-bit kontrol pada blok tersebut.

Nah, untuk format yang tepat dari frame tergantung dari metode transmisinya, yaitu :

Transmisi character-oriented

  1. Blok data harus diperlakukan sebagai rangkaian karakter-karakter (biasanya terdiri dari 8 bit karakter).
    Semua kontrol informasi itu juga harus dalam bentuk karakter.
  2. Frame dimulai dengan 1 atau lebih karakter synchronisasi atau biasa disebut dengan SYN. SYN yaitu pola bit khusus yang memberi sinyal ke receiver bahwa ini adalah awal dari suatu blok.
  3. Jadi nantinya receiver akan diberitahu bahwa suatu blok data sedang masuk, oleh karakter SYN, dan receiver menerima data tersebut sampai terlihat karakter postamble. Kemudian receiver menunggu pola SYN yang berikutnya.

Transmisi bit-oriented

  1. Blok data ini diperlakukan sebagai serangkaian dari bit-bit.
  2. Kontrol informasipun juga sama, dalam bentuk 8 bit karakter.
  3. Pada transmisi bit oriented ini, preamble bit yang panjangnya 8 bit dinyatakan sebagai suatu flag. Sementara untuk postamble-nya memakai flag yang sama pula.
  4. Receiver harus mencari pola flag terhadap sinyal start yang ada pada Di mana pola ini diikuti oleh sejumlah kontrol field. Untuk kemudian sejumlah data field, kontrol field dan akhirnya flag-nya diulangi.

Transmisi Asinkron

Transmisi asinkron yaitu transmisi data yang di mana kedua belah pihak, baik pengirim dan penerima tidak perlu berada pada waktu yang sinkron. Mode transmisi asinkron ini diterapkan pada komunikasi data di mana kecepatan piranti pengirim dan piranti penerima jauh berbeda.

Itulah pengertian dan jenis-jenis transmisi data yang bisa diulas. Semoga bermanfaat.

Bacaan lainya :