Pengertian Wakaf , Hukum Serta Tujuannya Dalam Islam

Diposting pada

Pengertian Wakaf, Hukum Serta Tujuannya Dalam Islam, Kata wakaf atau waqaf berasal dari bahasa Arab, yaitu Waqafa berarti menahan atau berhenti atau berdiam di tempat atau tetap berdiri.

Dalam Kamus Istilah Fiqih adalah memindahkan hak milik pribadi menjadi milik suatu badan yang memberi manfaat bagi masyarakat

Pengertian Wakaf
                                                          Pengertian Wakaf

Pengertian Wakaf dalam Islam bisa juga diartikan menyerahkan suatu hak milik yang tahan lama zatnya kepada seseorang atau nadzir (penjaga wakaf) baik berupa perorangan maupun berupa badan pengelola dengan ketentuan bahwa hasil atau manfaatnya digunakan untuk hal-hal yang sesuai dengan syari’at Islam

Tujuan Wakaf

Sesuai dengan makna pengertian wakaf hukum mewakafkan harta benda jauh lebih utama dan lebih besar pahalanya daripada bersedekah biasa, karena sifatnya permanen dan manfaatnya pun lebih besar. Pahalanya akan terus mengalir ke wakifnya meskipun dia telah meninggal.

Tujuan yang merujuk dari hadits yang berasal dari Ibnu Umar ra. dapat dipahami ada dua macam yakni:

  1. Untuk mencari keridhaan Allah SWT
  2. Untuk kepentingan masyarakat

Rukun dan Syarat Wakaf

Menurut jumhur ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki dan Hanbali, mereka sepakat bahwa rukunnya ada empat, yaitu:

  • Wakif (orangnya)
  • Mauquf ‘alaih (orang yang menerimanya)
  • Mauquf (harta yang diwakafkan)
  • Sighat (pernyataan wakif sebagai suatu kehendak untuk mewakafkan harta bendanya).

Menurut pasal 6 Undang-undang Nomor 41 Tahun 2004, wakaf dilaksanakan dengan memenuhi unsur sebagai berikut:

  • Sadar
  • Nadzir
  • Harta Benda Wakaf
  • Berikrar
  • Menetapkan Harta / Benda
  • Jangka Waktu

Pengertian Wakaf Menurut Hukum (fiqih) Islam

Wakaf baru dikatakan sah apabila memenuhi dua persyaratan, yaitu: Tindakan / perbuatan yang menunjukan pada wakaf.

Dengan ucapan, yaitu baik dengan ucapan (janji) yang sharih (jelas) atau ucapan yang kinayah (sindiran).

Contoh ucapan yang sharih seperti: “Saya wakafkan ….”. Sedangkan contoh dari ucapan kinayah adalah: “Saya shadaqahkan, dengan niat untuk wakaf”.

Baca Juga : Pengertian auliya al-midah 51 menurut zakir naik dan PBNU

Tujuan wakaf dibagi dalam Tiga hal yaitu

  • Wakaf sosial Adalah untuk kebaikan masyarakat (khairi), Dimana ketika tujuan wakafnya untuk kepentingan umum
  • Wakaf keluarga (dzurri), yaitu ketika tujuan wakaf untuk memberi manfaat kepada wakif, keluarganya, keturunannya, dan orang-orang tertentu, tanpa melihat kaya atau miskin, sakit atau sehat dan tua atau muda.
  • Wakaf gabungan (musytarak), Adalah ketika tujuan wakafnya untuk umum dan atau keluarga secara bersamaan.

Pengertian Wakaf Menurut Batasan Waktunya yaitu:

  • Bersifat abadi yaitu apabila wakafnya berbentuk barang yang bersifat abadi, seperti tanah dan bangunan dengan tanahnya, atau barang bergerak yang ditentukan oleh wakif sebagai wakaf abadi dan produktif, dimana sebagian hasilnya untuk disalurkan sesuai tujuan wakaf, sedangkan sisanya untuk biaya perawatan wakaf dan mengganati kerusakannya.
  • Bersifat Sementara adalah apabila suatu barang yang diwakafkan berupa barang-barang yang mudah rusak ketika dipergunakan tanpa member syarat untuk mengganti bagian yang rusak. Wakaf sementara juga bisa dikarenakan oleh keinginan wakif yang member batasan waktu ketika mewakafkan barangnya.

Berdasarkan penggunaannya

  • Wakaf langsung yaitu yang pokok barangnya digunakan untuk mencapai tujuannya seperti mesjid untuk shalat, sekolah untuk kegiatan belajar mengajar, rumah sakit untuk mengobati orang sakit dan sebagainya.
  • Wakaf Produktif yaitu yang pokok barangnya digunakan untuk kegiatan produksi dan hasilnya diberikan sesuai dengan tujuan wakaf.

Fungsi Wakaf.

Dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 pasal 5 dijelaskan bahwa fungsi wakaf adalah mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum.

Empat Fungsi Yaitu:

  • Fungsi Ekonomi.  Yang mana ini adalah salah satu aspek yang terpenting dari wakaf adalah keadaan sebagai suatu sistem transfer kekayaan yang efektif.
  • Fungsi Sosial. Ini terjadi apabila wakaf diurus dan dilaksanakan dengan baik, berbagai kekurangan akan fasilitas dalam masyarakat akan lebih mudah teratasi.
  • Fungsi Ibadah, merupakan salah satu bagian dari ibadah dalam pelaksanaan perintah Allah SWT, serta dalam memperkokoh hubungan dengan-Nya.
  • Fungsi Akhlaq. akan menumbuhkan ahlak yang baik, dimana setiap orang rela mengorbankan apa yang paling dicintainya untuk suatu tujuan yang lebih tinggi dari pada kepentingan pribadinya